Sejarah Cagar Budaya Masjid Ampang Gadang di Kabupaten Limapuluh Kota

×

Sejarah Cagar Budaya Masjid Ampang Gadang di Kabupaten Limapuluh Kota

Bagikan berita
Sejarah Cagar Budaya Masjid Ampang Gadang di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: BPCB Sumbar)|
Bagian dalam Masjid Ampang Gadang  (FOTO: Dok. BPCB Sumbar)|Bentuk atap dan menara Masjid Ampang Gadang(FOTO: Dok. BPCB Sumbar)
Sejarah Cagar Budaya Masjid Ampang Gadang di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: BPCB Sumbar)| Bagian dalam Masjid Ampang Gadang (FOTO: Dok. BPCB Sumbar)|Bentuk atap dan menara Masjid Ampang Gadang(FOTO: Dok. BPCB Sumbar)

Keberadaannya menjadi pertanda sampainya syiar Islam ke daerah ini.

Masjid Ampang Gadang didirikan pada sekitar tahun 1837 atas prakarsa Datuk Lebay ulama setempat dari suku Caniago.

Masjid ini didirikan di atas tanah ulayat milik suku Caniago dan suku Melayu, hal ini menunjukkan adanya kerja sama yang baik antara dua suku yang hidup di Minangkabau.

[caption id="attachment_23123" align="aligncenter" width="600"]Sejarah Cagar Budaya Masjid Ampang Gadang di Kabupaten Limapuluh Kota (FOTO: BPCB Sumbar) Bentuk atap dan menara Masjid Ampang Gadang(FOTO: Dok. BPCB Sumbar)[/caption]

Sebagaimana masjid-masjid yang lain, Masjid Ampang Gadang difungsikan sebagai Masjid Jami’ yang digunakan untuk shalat lima waktu dan shalat jumat, serta shalat hari raya jika diperlukan.

Pada tahun 1975, karena pertimbangan teknis kemudian dibangun Masjid Jami’ baru yang terletak di sebelah Selatan Masjid Ampang Gadang sekitar 200 m ke arah jalan raya, dan dinamai Masjid Al Ihsan.

Sejak saat itu Masjid Ampang Gadang hanya difungsikan sebagai madrasah (tempat mengaji dan belajar agama) dengan nama Madrasah Diniyah Awaliyah Al-Ihsan.

Deskripsi Arkeologis

Masjid Ampang Gadang merupakan salah satu masjid kuna di Kecamatan Guguk, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Keberadaannya menjadi pertanda sampainya syiar Islam ke daerah ini.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini