Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya di Festival Sungai Pengabuan: Sebuah Catatan Ekspedisi Batanghari 2023

Foto Bustanol
×

Menelusuri Jejak Sejarah dan Budaya di Festival Sungai Pengabuan: Sebuah Catatan Ekspedisi Batanghari 2023

Bagikan opini

GEMURUH tepuk tangan menggema di sepanjang tepian Sungai Batanghari. Langit malam dihiasi dengan kembang api yang mekar dengan indah, bagaikan lukisan abstrak di atas kanvas hitam. Festival Sungai Pengabuan, klimaks dari Ekspedisi Batanghari 2023, telah mencapai puncaknya.

Menyelami Misteri dan Legenda Sungai Batanghari

Festival ini bukan hanya tentang pesta dan kemeriahan, tapi juga tentang menyelami jejak sejarah dan budaya. Diiringi lantunan gamelan melayu yang syahdu, film dokumenter "Pengabuan" diputar, membawa kami menyelami legenda di balik nama Sungai Pengabuan.

Legenda ini menceritakan tentang 99 orang yang menghilang di sungai ini setelah berpesta selama tiga hari tiga malam.

Narator dalam dokumenter adalah Datuak Rasyid yang menggunakan bahasa Jambi.

Saya kutipkan yang disampaikan Datuak Rasyid di sini sebagian, "Di padang periang panjang ado bukit dihulu Lubuak Kambing namonyo Sungai Linggis di situ lah ia berpesta tigo hari tigo malam sebanyak 199 orang. Usai pesta selesai orang 199 itu berunding"

99 orang harus menggilir ke Sungai Pengabuan untuk mencari tempat tinggal, yang 100 orang tinggal di hulu Pengabuan atau Sungai Linggis untuk menunggu

"Dalam perjanjian 10 hari yang orang 99 ini harus kembali ke sungai linggis ke tempat pertemuan pertama. Sudah hari ke sembilan yang 99 orang itu ingat janjinyo jo kawan – kawan yang 100 tadi bahwa 10 hari kito sudah bertemu lagi di Sungai Linggis di Lubuak Kambing"

"Tapi sampai di tempat perjanjian pertamo hari lah ke sebelas di lihat kawan yang 100 orang itu tidak ado lagi. Singkat cerito yang 99 orang tadi yang diketui oleh Alim Abito menggilirkan Sungai pengabuan lagi sampai lah dio di kebanyakan muaro dasau."

"Jadi waktu zaman itu Rajo Kedatuan itu memerintahkan menteri – menterinyo untuk menyeberang sungai lautan luas sampainyo menteri Rajo Kedatuan di Sungai Bengkal dapatlah puntung kayu bekas orang masak nasi"

"Jadi oleh menteri – menteri iko tadi bawak lah balik ke Johor Malaysia dihadapkan lah ke Rajo bahwa kami menyeberang lautan mudik sungai ketemu lah puntung api bekas orang masak nasi. Sungai ini mungkin ado penghuni mungkin kubu kato Rajo"

Bagikan

Opini lainnya
Terkini
KPU Sumbar