Catatan Bhenz Maharajo: Andre Rosiade, Politisi Dua Wajah

×

Catatan Bhenz Maharajo: Andre Rosiade, Politisi Dua Wajah

Bagikan berita
Catatan Bhenz Maharajo: Andre Rosiade, Politisi Dua Wajah
Catatan Bhenz Maharajo: Andre Rosiade, Politisi Dua Wajah

Ketika pemilihan gubernur (Pilgub) yang baru saja usai, saya katakan padanya, orang-orang sudah banyak membuatkan titian barakuak, atau jebakan untuknya. Sebagai Ketua DPD Gerindra, Andre tentu saja mendukung pasangan Nasrul Abit-Indra Catri. Pasangan ini diusung sendiri oleh Gerindra, yang punya 14 kursi di DPRD Sumbar. Lawannya, Mulyadi – Ali Mukhni, Fakhrizal – Genius Umar, dan Mahyeldi – Audy. Masa kampanye, Andre paling lantang menyuarakan Nasrul Abit – Indra Catri. Bahkan, sering dia terlibat debat panas dengan tim dari pasangan calon lain, terutama di group-group WhatsApp. Debat yang kadang kebablasan. Sebab itu saya menyuruhnya lebih hati-hati. Andre menerima segala kritik dan masukan saya dengan lapang, dan mengemukakan alasannya dalam mengambil tindakan. Setelah dia menelepon, menjabarkan pola yang dimainkannya dengan detail. Setelah dijabarkan, saya sering paham dengan pola yang dia tempuh.

Setelah Alex Indra Lukman tak terpilih lagi sebagai anggota DPR RI dari Sumbar, saya menaruh harapan banyak pada Andre. Harapan yang dulu saya sematkan ke Alex, saya pindahkan padanya. Alex juga satu dari sekian banyak politisi yang saya kagumi. Dia bekerja dengan senyap, membawa proyek pembangunan ke Sumbar, dan menyalurkan bantuan kemana-mana. Tapi sayang, dinamika politik menenggelamkan perjuangan Alex selama ini.

Saya hakulyakin, Andre akan terus bekerja, dan melayani masyarakat. Bekerja dan melayani itu nyawa bagi politisi. Kalau sudah tak lagi bekerja, dan melayani masyarakat, kalau sudah bebal oleh kekuasaan, niscaya politisi itu akan dilupakan, bahkan dianggap tak ada.

Andre diasah pengalaman. Dia jatuh bangun meniti karir politiknya. Sempat terbuang dari eskalasi politik, disingkirkan, dan dipinggirkan, Andre kembali bangkit. Dia memilih tegak, daripada rebah. Andre tipikal politisi yang garang pada pengambil kebijakan, tapi menyediakan bahu dan dadanya untuk ditangisi oleh kaum duafa. Andre membungkam mulut-mulut orang yang skeptis padanya lewat kerja nyata, dan genggaman erat dengan pemilih. Kini dia berada di puncak karir politik.

Badai pasti terus datang, Andre akan terus diuji dengan bermacam korenah politik. Tapi, sebagai politisi yang besar dengan tantangan, saya yakin Andre akan mampu melewati segala badai. Jika nanti seiring waktu Andre berubah, menjadi politisi bebal yang tidak lagi berjalan di relnya, saya pastikan akan menjadi di deretan pertama yang mengkritik, atau bahkan melawannya. Jalan politik ini tentang konsistensi, dan ketulusan dalam mengabdi. Andre, semoga tetap di jalannya, sebagai politisi yang mendengar, merangkul, dan memahami. Teruslah menerjang badai! (*)

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini