Perjuangan Nenek Syafura Menuju Tanah Suci, Belasan Tahun Menabung Hingga Perjalanan dari Pulau Terpencil

×

Perjuangan Nenek Syafura Menuju Tanah Suci, Belasan Tahun Menabung Hingga Perjalanan dari Pulau Terpencil

Bagikan berita
Nenek Syafura (76) Jemaah Calon Haji asal Kecamatan Tambelan Pulau Tambelan, Provinsi Kepulauan Riau
Nenek Syafura (76) Jemaah Calon Haji asal Kecamatan Tambelan Pulau Tambelan, Provinsi Kepulauan Riau

HALONUSA.COM - Perjuangan menuju Tanah Suci tidak selalu mudah bagi setiap jemaah calon haji (JCH). Karena sangat banyak rintangan yang dihadapi untuk menuju tanah yang dirindukan setiap umat islam.

Contohnya saja Nenek Syafura (76) yang berangkat menuju Tanah Suci pada tahun 2023 ini. Perempuan asal Kecamatan Tambelan Pulau Tambelan, Provinsi Kepulauan Riau ini harus melalui berbagai macam hal untuk dapat berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji.

Sebagai salah satu yang tinggal di pelosok dan daerah perbatasan, perjalanan Syafura untuk bertamu ke rumah Allah dimulai tidak dari Embarkasi. Ia harus menempuh waktu 24 jam sebelum berkumpul dengan jemaah satu daerah di Bintan.

Ketika ditemui di kamarnya saat beristirahat di Gedung Shafa Asrama Haji Batam sebelum diberangkatkan ke Madinah, Syafura bercerita tentang dirinya yang sendiri tanpa ditemani keluarga, menempuh perjalanan 24 jam menggunakan Kapal Sabuk 48 untuk mengikuti Manasik Haji yang diadakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan sebelum ke Embarkasi Batam.

“Dari Tambelan perjalanan 24 jam. Alhamdulillah banyak yang antar (dari rumah sampai Pelabuhan di Tambelan), sendiri cuma sama teman-teman di kapal, sampai Tanjungpinang (Ibukota Kepri) dijemput saudara,” cerita Syafura yang tergabung kloter 3 Embarkasi Batam.

Asli Tambelan, ia dulunya berjualan makanan kue dan bakso, dan mendaftar Haji tahun 2012. Ia mendapat nomor porsi antrian Haji tahun 2022. Impian itu tertunda karena merebaknya pandemi Covid-19 sehingga ibadah Haji dihentikan selama 2 tahun.

“Dulu daftar tahun 2012 yang pelunasan pertama, dapat nomor porsi tahun 2022, akhirnya mundur-mundur dapat tahun 2020, tapi lantaran Covid gagal berangkat. Pada tahun 2022 mulai berangkat lagi Haji tapi karena ada pembatasan umur (maksimal 65 tahun) gagal lagi berangkat. Alhamdulillah tahun ini berangkat,” tuturnya mengenang peristiwa itu.

Syafura mengatakan, dirinya mendaftar Haji sendirian pada tahun 2012. Saat itu sang suami belum ikut mendaftar karena mendahulukan dirinya. Namun sayang, sebelum dapat menyusul daftar haji, sang suami meninggal dunia di tahun 2013.

Ketika ditanya harapannya, Syafura tidak menjawab hal muluk-muluk. Ia hanya ingin diberi Allah kesehatan, kekuatan fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji 1444 H/ 2023 M ini.

“Harapan saya diberi kesehatan, kekuatan fisik dan mental supaya saya dapat menjalankan ibadah haji, maklumlah kondisi saya sudah renta begini. Itu saja cukup. Semoga Allah memberkahi, selamat pergi dan kembali ke Tanah Air,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca menahan rasa haru.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini