Mengenal 4 Segmen Sesar Sumatera Pemicu Gempa M 6,2 Pasaman Barat

×

Mengenal 4 Segmen Sesar Sumatera Pemicu Gempa M 6,2 Pasaman Barat

Bagikan berita
Sekolah runtuh pasca gempa di Pasaman Barat (Foto: Dok. Istimewa/Halonusa)
Sekolah runtuh pasca gempa di Pasaman Barat (Foto: Dok. Istimewa/Halonusa)

Mengutip dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan BPBD Sumatera Barat. Berikut ini ringkasan Zona Subduksi, Mentawai Fault Sistem, Sumatera Fault System hingga Segmen Sesar di Sumatera Barat. Simak selengkapnya di bawah ini.

Zona Subduksi

Jalur subduksi lempeng tektonik India-Australia dan Eurasia di Indonesia memanjang dari pantai barat Sumatera sampai ke selatan Nusa Tenggara.

Pada sistim subduksi Sumatera dicirikan dengan menghasilkan rangkaian busur pulau depan (forearch islands) yang non vulkanik (Pulau Simeulue, Nias, Banyak, Batu, Siberut hingga Pulau Enggano).

Lempeng India-Australia menunjam ke bawah lempeng Benua Eurasia dengan kecepatan ±50-60 mm/tahun.

Batas antar 2 (dua) lempeng ini terdapat zona subduksi dangkal atau yang disebut sebagai ”Megathurst Subduction Sumatera ”.

Inilah yang saat ini menjadi perhatian masyarakat karena diprediksi masih menyimpan potensi gempabumi dengan magnitudo 8.9 SR di zona ini yang popular dengan istilah Mentawai Megathrust.

Mentawai Fault System (MFS)

Selain jalur tumbukan dua lempeng tektonik, di sebelah barat pantai Sumatera Barat terdapat juga Mentawai Fault Sistem.

Mentawai Fault Sistem adalah sesar mendatar yang disebabkan adanya proses penunjaman miring di sekitar Pulau Sumatera.

Sesar Mentawai berada di laut memanjang disekitar pulau-pulau Mentawai dari Selatan Hingga ke Utara menerus hingga ke sekitar Utara Nias.

Sumatera Fault System (SFS).

Sumatera fault system atau Sesar Sumatera terjadi akibat adanya lempeng India-Australia yang menabrak bagian barat pulau Sumatera secara miring, sehingga menghasilkan tekanan dari pergerakan ini.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini