Sejarah Cagar Budaya Stasiun Kereta Api Muaro Kalaban di Kota Sawahlunto

×

Sejarah Cagar Budaya Stasiun Kereta Api Muaro Kalaban di Kota Sawahlunto

Bagikan berita
Sejarah Cagar Budaya Stasiun Kereta Api Muaro Kalaban di Kota Sawahlunto (FOTO: BPCB Sumbar)||Sejarah Cagar Budaya Stasiun Kereta Api Muaro Kalaban di Kota Sawahlunto (FOTO: BPCB Sumbar)|Sejarah Cagar Budaya Stasiun Kereta Api Muaro Kalaban di Kota Sawahl
Sejarah Cagar Budaya Stasiun Kereta Api Muaro Kalaban di Kota Sawahlunto (FOTO: BPCB Sumbar)||Sejarah Cagar Budaya Stasiun Kereta Api Muaro Kalaban di Kota Sawahlunto (FOTO: BPCB Sumbar)|Sejarah Cagar Budaya Stasiun Kereta Api Muaro Kalaban di Kota Sawahl

Pada samping kanan, tepat di sebelah ruang kepala stasiun dan ruang penjualan tiket terdapat ruang tunggu penumpang.

Ruangan ini berukuran panjang 11,8 m dan lebar 5,30 m yang terdapat 6 tiang penyangga terbuat dari kayu.

Seluruh ruangan terbuka pada bagian depan dan belakang.

Terdapat pagar kayu setinggi 1 m pada sisi sebelah kanan, yakni sepanjang 2, 35 dan 2,85 m, masing-masing dipisahkan oleh pintu masuk.

Kemudian pada bagian sebelah kanan terdapat pagar yang terbuat dari batubata yang telah diplester dengan tinggi sama yakni 1 m.

Pada bagian belakang juga terdapat pagar yang terbuat dari bata yang diplester setinggi 1 m.

Dengan pintu masuk bagian belakang berukuran 3,90.

Bagian dalam stasiun merupakan ruangan kosong yang lapang, pada saat sekarang ini lantainya sudah diberi keramik.

Pada masing-masing sisi ruangan ini terdapat bangku yang terbuat dari kayu.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini