Pakaian Penghulu Sebagai Pemimpin Kaum di Minangkabau

×

Pakaian Penghulu Sebagai Pemimpin Kaum di Minangkabau

Bagikan berita
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar) Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH beserta istri Ny. Yesika Toni mendapatkan penghargaan oleh Niniak Mamak Nan Salapan Puluah Nagari Paninjauan Kec. X Koto Kabupaten Tanah Datar, Senin (28/6/2021). Pa
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar) Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH beserta istri Ny. Yesika Toni mendapatkan penghargaan oleh Niniak Mamak Nan Salapan Puluah Nagari Paninjauan Kec. X Koto Kabupaten Tanah Datar, Senin (28/6/2021). Pa

Dtea terbuat dari kain berwarna hitam yang dililitkan secara rapi dan hati-hati sehingga menghasilkan banyak kerutan.

Kerutan tersebut bukan hanya sekedar kerutan, tetapi mengandung arti berapa banyak undang-undang yang diketahui oleh seorang Penghulu. Banyaknya kerutan juga menggambarkan akal budi seorang Penghulu dalam segala lapangan.

Sasampiang

Sasampiang atau sesamping merupakan sebuah kain yang diletakkan di bahu sebagai pelengkap baju Penghulu.

Kain ini memiliki warna merah yang berarti seorang Penghulu pemberani. Terdapat benang makau atau benang warna-warni dengan ukuran yang cukup kecil. Benang ini mempunyai arti sebagai ilmu dan keberanian di atas kebenaran.

Cawek & Sandang

Cawek merupakan ikat pinggang dalam baju adat Penghulu yang terbuat dari kain. Bagian ujungnya terdapat jumbai-jumbai dan hiasan pucuk rebung. Cawek sendiri memiliki arti bahwa Penghulu harus cakap dan sanggup menunjukan akal budinya.

Sandang adalah pelengkap baju Penghulu berupa kain berwarna merah yang dikenakan pada pinggang dengan cara diikatkan. Kain tersebut memiliki bentuk segi empat.

Terdapat makna dalam pemakaian sandang pada baju Penghulu yaitu seorang Penghulu harus wajib dan patuh pada hukum adat yang ada di masyarakat Minang.

Keris atau Karih

Selain berbagai busana dan kain yang digunakan, terdapat aksesoris senjata berupa keris yang disisipkan pada pinggang. Keris tidak diperuntukan dan digunakan oleh sembarang orang.

Terdapat aturan khusus seperti meletakan keris yang harus ke kiri bukan ke kanan. Walaupun sebenarnya lebih mudah mengambil keris jika diletakkan ke kanan.

Aturan tersebut memiliki arti bahwa para Penghulu harus berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Selain itu keris memiliki arti sebagai bentuk kepemimpinan yang merupakan sebuah amanah dan tanggung jawab yang besar.

Tungkek atau Tongkat

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini