Sejarah Cagar Budaya Lubang Tambang Mbah Soero di Kota Sawahlunto

×

Sejarah Cagar Budaya Lubang Tambang Mbah Soero di Kota Sawahlunto

Bagikan berita
Sejarah Cagar Budaya Lubang Tambang Mbah Soero di Kota Sawahlunto (FOTO: BPCB Sumbar)|Sejarah Cagar Budaya Lubang Tambang Mbah Soero di Kota Sawahlunto (FOTO: BPCB Sumbar)|Cagar Budaya Lubang Tambang Mbah Soero di Kota Sawahlunto. (Foto: BPCB Sumbar)
Sejarah Cagar Budaya Lubang Tambang Mbah Soero di Kota Sawahlunto (FOTO: BPCB Sumbar)|Sejarah Cagar Budaya Lubang Tambang Mbah Soero di Kota Sawahlunto (FOTO: BPCB Sumbar)|Cagar Budaya Lubang Tambang Mbah Soero di Kota Sawahlunto. (Foto: BPCB Sumbar)

Tunnel Soegar diperkirakan dibuka tahun 1898.

Tambang bawah tanah yang terletak dalam wilayah kota dan diantara pemukiman ini tergolong lubang tambang Batu Bara bawah tamah periode awal.

Hal ini terlihat dari karakter lubang tambang konvensial dengan ciri lubang relatif kecil.

[caption id="attachment_19913" align="aligncenter" width="600"]Sejarah Cagar Budaya Lubang Tambang Mbah Soero di Kota Sawahlunto (FOTO: BPCB Sumbar) Sejarah Cagar Budaya Lubang Tambang Mbah Soero di Kota Sawahlunto (FOTO: BPCB Sumbar)[/caption]

Lubang ini dibuka kembali tahun 2007 untuk dijadikan objek wisata tambang.

April 2008 situs ini diresmikan sebagai objek wisata tambang bawah tanah dengan nama ”Lobang Tambang Mbah Soero” dan lengkap Galeri Tambang Info-Box.

Deskripsi Arkeologis

Mulut lubang berupa bangunan bata dan coran beton setinggi 2 m, lebar mulut terowongan 2 m, ketebalan dinding 40 cm.

Luar mulut terowongan terdapat tangga beton dua tingkat dan arah ke dalam berupa tangga hingga ke persimpangan sepanjang 29 m dengan kemiringan antara 45° - 47° dan, lebar 2,2 m dan tinggi 2,75.

Dari persimpang diujung tangga belok arah kanan, panjang terowongan lebih kurang 150 m sampai shell batas tembok penyekat, lantai yang relatif datar.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini