Sejarah Cagar Budaya Surau Pasar atau Masjid Raya Pariaman

×

Sejarah Cagar Budaya Surau Pasar atau Masjid Raya Pariaman

Bagikan berita
Cagar Budaya Surau Pasar atau Masjid Raya Pariaman
Cagar Budaya Surau Pasar atau Masjid Raya Pariaman

Sebagai pedagang, Syech M. Jamil berdagang sampai ke Malaysia. Dalam proses berdagang ke Malaysia, Syech M. Jamil juga menuntut ilmu agama Islam di Pahang, Malaysia.

Setelah menuntut ilmu agama Islam di Malaysia, Syech M. Jamil pulang ke Tiku, dan kemudian menetap di Pariaman tepatnya di Kampung Perak Nagari Pasar.

Baca: Sejarah Cagar Budaya Eks Rumah Dinas Bupati Padang Pariaman di Kota Pariaman

Syech M. Jamil meninggal tahun 1928 dengan usia 85 tahun Untuk menyebarkan Agama Islam di Pariaman, Syech M. Jamil membangun sarana ibadah di Kampung Perak dengan nama Surau Ampaleh yang kemudian berganti nama menjadi Suaru Anjuang. Pembangunan Surau Ampaleh ini sekitar tahun 1860-1870 M.

Dengan makin bertambahnya penduduk Nagari Pasar, maka Syech M. Jamil bersama masyarakat Nagari Pasar Pariaman, membangun tempat peribadatan yang baru sekitar tahun 1300 H atau sekitar tahun 1879 M.

Proses pembangunan memakan waktu sekitar 4 tahun, dengan lokasi pembangunan di samping Surau Anjuang. Setelah pembangunan surau baru dibangun, sarana pendukung lainya seperti madrasah dan surau suluk.

Deskripsi Arkeologis

Masjid bertingkat dua, pada tingkat pertama berukuran 21 x 21 meter dan pada tingkat kedua berukuran 9,5 x 9,5 meter ini memiliki atap tumpang sebanyak lima buah.

Terlihat dari luar bangunan ini merupakan bangunan dengan satu lantai tetapi setelah masuk ke dalam bangunan maka pada bagian atas terdapat loteng yang dihubungkan dengan sebuah tangga dibagian belakang bangunan.

Bagian loteng ini terbuat dari bahan kayu yang merupakan satu rangkaian dengan kerangka atap dan plafond.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini