Sejarah Cagar Budaya Shipwreck MV. Nederland Boeloengan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan

×

Sejarah Cagar Budaya Shipwreck MV. Nederland Boeloengan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan

Bagikan berita
Sejarah Cagar Budaya Shipwreck MV.Nederland Boeloengan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Kondisi Ship wreck Mandeh yang tertutup oleh karang
 (FOTO: BPCB Sumbar/Dok. BP3 Bsk 2007)|Sejarah Cagar Budaya Shipwreck MV.Nederland Boeloengan Mandeh di Kabupat
Sejarah Cagar Budaya Shipwreck MV.Nederland Boeloengan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan, Kondisi Ship wreck Mandeh yang tertutup oleh karang (FOTO: BPCB Sumbar/Dok. BP3 Bsk 2007)|Sejarah Cagar Budaya Shipwreck MV.Nederland Boeloengan Mandeh di Kabupat

Arah hadap kapal menghadap ke Timur ke Barat bergeser ke Selatan 15˚.

Kapal terdiri dari dua lantai, antara lantai pertama dengan lantai kedua mulai dari bagian tengah ke belakang dipisahkan dengan jendela-jendela.

Kapal ini mempunyai dua buah tiang yang semuanya dari besi dan sudah patah ke belakang membujur ke arah Timur-Barat.

Tiang bangkai kapal ini cukup tinggi dengan ukuran 16,30 m, kapal ini memiliki panjang buritan dari depan hingga ke belakang dengan ukuran 24,6 m.

Pada bagian buritan patah ke belakang dengan tinggi bagian buritan 4 meter, dinding – dinding kapal yang masih tersisa kerangka-kerangka yang semua dari besi, bagian kanan –kiri di tengah-tengah kapal terdapat tiang-tiang besi yang diperkirakan sebagai tempat sikoci dan bagian palka masih menyisakan kerangka besi berbentuk segi empat.

Informasi dan wawancara dari masyarakat lingkungan kawasan Mandeh kebanyakan keberadan Ship Wreck menurut masyarakat lokal bahwa bahwa kapal tersebut sebelum tenggelam terlebih dahulu ditembaki oleh pesawat pesawat tentara Jepang.

Kisahnya terjadi sekitar tahun 1942, yakni pada masa perang dunia kedua berkecamuk.

Bukti fisik menunjukkan bahwa bangkai kapal tersebut terbagi menjadi dua bagian yaitu antara yaitu antara bagian haluan sampai dengan buritan patah menjadi dua.

Beberapa lubang dinding kapal dinding kapal menunjukkan adanya suatu peristiwa bisa diakibatkan oleh terjadinya pertempuran atau bisa jadi oleh karena menabrak gugusan karang.

Cerita yang menunjukkan masa tenggelamnya kapal sebagaimana dikisahkan terjadi pada tahun 1942, apabila dikaitkan dengan temuan artefak berupa botol-botol minuman memang analisanya menunjukkan bahwa botol tersebut berasal dari masa kolonial tahun 1940- an.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini