Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Malayu Kampung Dalam (Rumah Gadang Kerajaan Rantau XII Koto) di Kabupaten Solok Selatan

×

Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Malayu Kampung Dalam (Rumah Gadang Kerajaan Rantau XII Koto) di Kabupaten Solok Selatan

Bagikan berita
Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Malayu Kampung Dalam (Rumah Gadang Kerajaan Rantau XII Koto) di Kabupaten Solok Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)|Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Malayu Kampung Dalam (Rumah Gadang Kerajaan Rantau XII koto) di Kabupaten Solok
Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Malayu Kampung Dalam (Rumah Gadang Kerajaan Rantau XII Koto) di Kabupaten Solok Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)|Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Malayu Kampung Dalam (Rumah Gadang Kerajaan Rantau XII koto) di Kabupaten Solok

Bangunan ini sekarang berfungsi sebagai tempat diadakannya rapat adat atau pertemuan masyarakat Rantau 12 Koto.

Daerah Rantau 12 Koto mulai dari daerah Liki sampai Lubuk Lalang-Aling.

Kondisi bangunan masih cukup baik hanya terdapat kerusakan kerusakan pada bagian jendela dan dinding bagian depan.

Karena bangunan ini tidak lagi di huni maka kebersihannya kurang terjaga.

[caption id="attachment_20766" align="aligncenter" width="600"]Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Malayu Kampung Dalam (Rumah Gadang Kerajaan Rantau XII koto) di Kabupaten Solok Selatan (FOTO: BPCB Sumbar) Sejarah Cagar Budaya Rumah Gadang Malayu Kampung Dalam (Rumah Gadang Kerajaan Rantau XII Koto) di Kabupaten Solok Selatan (FOTO: BPCB Sumbar)[/caption]

Pada bagian tengah bangunan terdapat tiang penyangga sebanyak tiga tiang.

Pada bagian Barat dan Timur terdapat anjuang.

Pada bagian sebelah barat terdapat anjuang yang bertingkat tiga, yang berfungsi pada tingkat pertama dipakai sebagai tempat Ninik Mamak, tingkat kedua di pakai sebagai tempat kedudukan para staf raja, dan pada pada tingkat ketiga ditempati sebagai tahta raja.

Sedangkan pada pagian Timur anjuang bertingkat dua, tingkat pertama dipakai sebagai tempat kedudukan dayang-dayang Ibu Raja, dan tingkat dua sebagai tempat kedudukan Ibu Raja.

Pada bagunan ini masih banyak terdapat benda-benda kerajaan seperti canang, periuk dari gerabah, mangkuk keramik, tongkat, koper besi, dan piring keramik.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini