Sejarah Cagar Budaya Situs Amoghapasa Bukit Braholo di Kabupaten Dharmasraya

×

Sejarah Cagar Budaya Situs Amoghapasa Bukit Braholo di Kabupaten Dharmasraya

Bagikan berita
Bagian belakang arca Amoghapasa yang dipahat dengan prasasti tahun 1208 Saka (1286 M), diserahkan oleh Raja Kertanegara dari Singhasari kepada Kerajaan Malayu Dharmasraya di Sumatera. Ditemukan di Padang Roco.(FOTO: Gunawan Kartapranata)
Bagian belakang arca Amoghapasa yang dipahat dengan prasasti tahun 1208 Saka (1286 M), diserahkan oleh Raja Kertanegara dari Singhasari kepada Kerajaan Malayu Dharmasraya di Sumatera. Ditemukan di Padang Roco.(FOTO: Gunawan Kartapranata)

Sejarah atau Historis

Situs Bukit Braholo, Rambahan merupakan lokasi ditemukannya Arca Amogapasha yang dikirimkan oleh Raja Kertanegara dari Kerajaan Singasari kepada kerajaan Melayu Dharmasraya.

Arca Amoghapasa, hadiah dari raja Kertanegara pada tahun 1286, sebelas tahun sesudah keberangkatan tentara Singasari ke negeri Melayu, ditempatkan di Dharmmacraya.

Arca tersebut diangkut dari Jawa ke Suwarnabhumi untuk dihadiahkan kepada Crimat Tribuwanaraja Mauliwarmmadewa.

Secara umum, Arca Amoghapasa ditemukan di Bukit Braholo Rambahan, sedangkan lapiknya ditemukan di daerah Padang Roco, Sungai Lansat.

[caption id="attachment_20330" align="aligncenter" width="600"]Bagian belakang arca Amoghapasa yang dipahat dengan prasasti tahun 1208 Saka (1286 M), diserahkan oleh Raja Kertanegara dari Singhasari kepada Kerajaan Malayu Dharmasraya di Sumatera. Ditemukan di Padang Roco.(FOTO: Gunawan Kartapranata) Bagian belakang arca Amoghapasa yang dipahat dengan prasasti tahun 1208 Saka (1286 M), diserahkan oleh Raja Kertanegara dari Singhasari kepada Kerajaan Malayu Dharmasraya di Sumatera. Ditemukan di Padang Roco (FOTO:  Museum Nasional Indonesia, Gunawan Kartapranata )[/caption]

Pengiriman Arca Amoghapasa kemudian diperkirakan sebagai salah satu bentuk persahabatan/persekutuan antara Kerajaan Singasari dan Kerajaan Melayu Dharmasraya.

Sekarang arca maupun lapiknya berada di Museum Nasional, Jakarta. Pada tanggal 22–28 Juli 2006 telah diadakan ekskavasi oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Batusangkar.

Hasil ekskavasi tersebut dapat menemukan sisa-sisa struktur bata yang diperkiraan membentuk konfigurasi bangunan bujur sangkar berukuran 9 m x 9 m.

Deskripsi Arkeologis

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini