Pak Jokowi, Ada Pegawai KPI Pusat yang Ngaku Dilecehkan dan Di-bully Teman Kantor

×

Pak Jokowi, Ada Pegawai KPI Pusat yang Ngaku Dilecehkan dan Di-bully Teman Kantor

Bagikan berita
Ilustrasi korban pelecehan. (Foto: IST/liputan6.com)
Ilustrasi korban pelecehan. (Foto: IST/liputan6.com)

Bingung menghadapi lingkungan kerja yang penuh predator dan penindas, akhirnya di kantor dia hanya bisa curhat ke sopirnya Komisioner KPI Pusat.

"Saya butuh teman bicara di kantor, sebab pasca pemindahan saya ke ruangan lain, nyatanya tidak mengakhiri perundungan yang dilakukan para pelaku," ucapnya.

Karena perundungan terus terjadi, pada 2020 ia kembali ke Polsek Gambir, berharap laporan saya diproses dan para pelaku dipanggil untuk diperiksa. Tapi di kantor polisi, kata dia, petugas tidak menganggap ceritanya serius.

"Saya ingin penyelesaian hukum, makanya saya lapor polisi. Tapi kenapa laporan saya tidak di-BAP? Kenapa pelaku tak diperiksa? Kenapa penderitaan saya diremehkan? Bukankah seorang pria juga mungkin jadi korban perundungan dan pelecehan seksual? Saya tidak ingin mediasi atau penyelesaian kekeluargaan. Saya takut jadi korban balas dendam mereka, terlebih kami berada dalam satu kantor yang membuat posisi saya rentan," ujarnya.

Minta Tolong ke Hotman Paris Deddy Corbuzier

Pada Oktober 2020, ia juga mengirim pesan ke Pengacara kondang Hotman Paris dan Mentalist Deddy Corbuzier untuk meminta tolong via DM Instagram.

"Tapi sayang, mereka berdua tidak merespon. Mungkin mereka sibuk dan tak punya waktu membantu saya yang hanya karyawan rendahan di KPI Pusat," ujarnya.

"Pak Jokowi, Pak Kapolri, Menkopolhukam, Gubernur Anies Baswesan, tolong saya. Sebagai warga negara Indonesia, bukankah saya berhak mendapat perlindungan hukum? Bukankah pria juga bisa jadi korban bully dan pelecehan?"

"Mengapa semua orang tak menganggap kekerasan yang menimpaku sebagai kejahatan dan malah menjadikanya bahan candaan? Usai lapor atasan, mengapa pelaku tidak disanksi? Seperti inikah lingkungan kerja di KPI Pusat?"

Ia berharap Presiden Jokowi dan rakyat Indonesia mau membaca apa yang ia alami. Ia mengaku tidak kuat bekerja di KPI Pusat jika kondisinya begini.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini