Jembatan Sunur, Bukti Kejayaan Masa Lalu Ranah Minang

×

Jembatan Sunur, Bukti Kejayaan Masa Lalu Ranah Minang

Bagikan berita
Potongan Berita tentang peresmian Jembatan Sunur|Berita peresmian jembatan Sunur diterbitan di media
Potongan Berita tentang peresmian Jembatan Sunur|Berita peresmian jembatan Sunur diterbitan di media

HALONUSA.COM - Sebuah nagari di Sumatera Barat ternyata pernah memiliki kejayaan di masa lalu. Kejayaan tersebut karena daerah tersebut merupakan salah satu daerah penghasil garam terbaik di dunia.

Nama daerah tersebut adalah Sunua atau Sunur yang merupakan salah satu nagari di daerah Kabupaten Padang Pariaman.

Kejayaan negeri itu tidak hanya sekedar isapan jempol belaka. Ada beberapa bukti yang menyatakan bahwa Nagari tersebut memiliki kekayaan alam pada masa pemerintahan Hindia-Belanda.

Salah satu bukti kejayaannya tertuang dalam sebuah berita yang ditayangkan oleh sebuah media De Locomotief (terbit di Semarang, Selasa 21 Februari 1905).

Menurut ahli Filologi Universitas Leiden Belanda, Dr Suryadi, potongan berita tersebut ia temukan dalam penelitian yang ia lakukan.

Dalam penulisannya, media tersebut menyebutkan terkait pembangunan jembatan yang ada di daerah Sunur.

“Bouw van de brug Soenoer no. 756 over de Batang Mangan (sic! ), gelegen in den weg van Panjalinan naar Priaman, afdeeling Priaman (Padangsche Benedenlanden), zijnde de kosten geraamd op f 9729.” tulis De Locomotief.

Yang artinya Pembangunan jembatan Soenoer nomor 756 di atas Batang Mangan, yang terletak di jalan dari Panjalinan ke Pariaman, Afdeeling Pariaman (Dataran Rendah Padang), biayanya diperkirakan mencapai 9.729 gulden.

"Membaca berita ini, jelas bahwa ‘brug Soenoer’ yang dimaksud adalah JEMBATAN SUNUR/JAMBEKTAN PASIA sekarang, sebab disebutkan di sana bahwa jembatan itu menghubungkan dua sisi BATANG (SUNGAI) MANGAU (dalam berita itu ditulis kurang tepat: ‘MANGAN’)," kata Suryadi.

Menurutnya, hal ini juga dikuatkan dengan satu berita lain yang terbit dalam surat kabar Sumatra-Bode edisi Sabtu (zaterdag) 2 november 1911 yang memberitakan perawatan jembatan tersebut dan kawasan sungai (Batang Mangau) di sekitar jembatan itu.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini