4 Tingkatan Adat Minangkabau yang Menjadi Falsafah Kehidupan Hingga Sekarang

×

4 Tingkatan Adat Minangkabau yang Menjadi Falsafah Kehidupan Hingga Sekarang

Bagikan berita
Collectie Tropenmuseum Poserende Minangkabause Familie Voor Het Familiehuis In Solok. Berpose Keluarga Minangkabau Di Depan Rumah Keluarga Di Solok. 4 Adat Minangkbau yang Menjadi Falsafah Kehidupan Hingga Sekarang (Foto: Collectie Tropenmuseum/Halonusa)
Collectie Tropenmuseum Poserende Minangkabause Familie Voor Het Familiehuis In Solok. Berpose Keluarga Minangkabau Di Depan Rumah Keluarga Di Solok. 4 Adat Minangkbau yang Menjadi Falsafah Kehidupan Hingga Sekarang (Foto: Collectie Tropenmuseum/Halonusa)

Di setiap nagari, setiap daerah hampir mempunyai keunikan adatnya sendiri.

https://halonusa.com/6-tutur-kata-minangkabau-sarat-akan-makna-kehidupan/

Namun perbedaan adat di setiap daerah tersebut tidak lari dari adat utama. Dalam Adat Minangkabau ada 4 tingkatan Adat.

4 Tingkatan Adat Minangkabau

1. Adat Nan Sabana Adat

Adat nan sabana adat adalah kenyataan yang berlaku tetap di alam, tidak pernah berubah oleh keadaan tempat dan waktu.

Kenyataan itu mengandung nilai-nilai, norma, dan hukum.

Di dalam ungkapan Minangkabau dinyatakan sebagai Adat Nan Indak Lakang Dek Paneh, Indak Lapuak Dek Hujan, Diasak Indak Layua, Dibubuik Indak Mati atau adat babuhua mati, yang bersumber dari alam.

Pada hakikatnya, adat ini ialah kelaziman yang terjadi sesuai dengan kehendak Allah.

Maka, adat Minangkabau tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Hal itu melahirkan konsep dasar pelaksanaan adat dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, yakni Adaik Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, Syarak Mangato Adaik Mamakai.

Dari konsep itu lahir pulalah falsafah dasar orang Minangkabau yakni Alam Takambang Jadi Guru.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini