Ilmuwan Amerika dan Israel: Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Efektif Kurangi Infeksi Varian Delta Covid-19

×

Ilmuwan Amerika dan Israel: Vaksin Pfizer-BioNTech Diklaim Efektif Kurangi Infeksi Varian Delta Covid-19

Bagikan berita
Lindawaty Azali, 76 tahun, warga Jalan Nipah, Kecamatan Padang Barat, satu dari seribuan warga lanjut usia etnis Tionghoa di Kota Padang, Sumatera Barat menerima suntikan vaksin korona Sinovac, di Himpunan Tjinta Teman (Hok Tek Tong), Jumat (5/3/2021). Me
Lindawaty Azali, 76 tahun, warga Jalan Nipah, Kecamatan Padang Barat, satu dari seribuan warga lanjut usia etnis Tionghoa di Kota Padang, Sumatera Barat menerima suntikan vaksin korona Sinovac, di Himpunan Tjinta Teman (Hok Tek Tong), Jumat (5/3/2021). Me

HALONUSA.COM - Meningkatkan efektivitas vaksinasi di seluruh dunia, para peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS dan Kementerian Kesehatan Israel menemukan cara meredam infeksi virus, termasuk varian Delta Covid-19. Vaksinasi itu merupakan Pfizer-BioNTech atau (BNT162b2) yang diklaim efektif.

Vaksin itu dapat dipergunakan setelah memantau efektivitas vaksin, usai menyuntikan dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech (BNT162b2) atau sebanyak 90 persen terhadap pasien rawat inap Covid-19. Menurut para ilmuwan tersebut, uji coba itu sangat efektif untuk diberikan kepada mereka yang sedang berjuang sehat melawan Covid-19 dari semua varian, termasuk delta.

Mulai dari uji coba dengan dosis 88 persen selama satu bulan, lalu memberikan dua dosis atau 47 persen setelah enam bulan. Namun secara riil terdapat efektivitas terhadap pasien rawat inap dengan tingkat dosis 90 persen dan itu sangat ampuh mencegah penularan penyakit Covi-19 dari semua varian.

"Studi kami menegaskan bahwa vaksin adalah alat penting untuk mengendalikan pandemi dan tetap sangat efektif dalam mencegah penyakit parah dan pasien rawat inap, termasuk mereka yang terserang virus delta dan varian lainnya," kata Dr Sara Tartof bersama Kaiser Permanente Southern California Department of Research & Evaluation.

Ia menerangkan, infeksi menurun setelah penyuntikan dosis kedua yang dilakukan selama beberapa bulan untuk semua usia saat menerima vaksin.

Menganalisa Virus Varian Delta Setelah Disuntik Vaksin Pfizer-BioNTech

Para peneliti menganalisis 3.436.957 catatan kesehatan elektronik dari sistem kesehatan Kaiser Permanente Southern California (KPSC) sejak 4 Desember 2020 dan 8 Agustus 2021, dengan menganalisa efektivitas vaksin BNT162b2 terhadap pasien terinfeksi SARS-CoV-2 dan pasien rawat inap COVID-19.

Para pasien divaksinasi pada rentang tiga dan empat bulan, dimana vaksinator melakukan vaksinasi terhadap 184.041/3.436.957 warga terinfeksi SARS-CoV-2 atau 5,4 persen warga. Melalui vaksinasi itu para peneliti menemukan sebanyak 12.1301.84.041 dan atau 6,6 persen pasien rawat inap terinfeksi virus.

Secara detail para peneliti menjabarkan kasus positif terhadap penularan penyakit Delta ternyata meningkat dari 0,6 persen pada April 2021 menjadi 87 persen pada Juli 2021, yang kemudian varian Delta telah menjadi strain dominan di Amerika Serikat.

Virus pun terdeteksi setelah penyuntikan vaksin Pfizer-BioNTech dengan melihat seluruh sekuensing genom dan analisis garis keturunan virus dari 8.911 sampel PCR-positif SARS-CoV-2, dan ternyata terdapat 28 persen terinfeksi varian Delta dari sekuens positif.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini