Mogok Kerja di Norwegia dan Badai Delta Sokong Harga Minyak Naik 9 Persen di Pekan Ini

×

Mogok Kerja di Norwegia dan Badai Delta Sokong Harga Minyak Naik 9 Persen di Pekan Ini

Bagikan berita
Capture txprobatelitigation.com
Capture txprobatelitigation.com

SEMANGAT BISNIS - Walau ditutup melemah di akhir pekan ini, harga minyak mentah acuan masih cetak penguatan hingga 9% di minggu ini. Ini jadi kenaikan pertama bagi Brent dan WTI dalam tiga minggu dan kenaikan mingguan terbesar untuk Brent sejak Juni lalu.Sokongan utama bagi harga minyak di pekan ini datang dari pemogokan pekerja minyak di Norwegia dan Badai Delta yang memaksa perusahaan energi di Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan produksi.

Jumat (9/10) harga minyak mentah berjangka jenis Brent kontrak pengiriman Desember 2020 turun 49 sen atau 1,1% ke US$ 42,85 per barel.Setali tiga uang, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman November 2020 juga melemah 59 sen, atau 1,4% menjadi $ 40,60 per barel.

Keperkasaan harga minyak sudah terjadi di awal pekan karena kekhawatiran pemogokan pekerja di Norwegia serta badai baru yang menuju Pantai Teluk AS akan diprediksi memangkas produksi minyak mentah global.Namun, usaha perusahaan minyak Norwegia melakukan tawar-menawar upah dengan serikat pekerja pada hari Jumat tampaknya berakhir positif. Mengingat para pekerja memilih mengakhiri pemogokan 10 hari yang mengancam untuk memangkas produksi minyak dan gas negara itu hampir 25% di pekan depan.

"Salah satu faktor bullish yang telah mendukung harga jatuh di akhir hari adalah ketika pekerja minyak Norwegia mengumumkan akan mengakhiri pemogokan mereka," kata Phil Flynn, Senior Analyst Price Futures Group di Chicago.Yang juga membebani harga adalah keraguan yang disuarakan oleh Partai Republik di Senat AS bahwa kesepakatan stimulus ekonomi virus corona dapat dicapai sebelum pemilihan 3 November.

Sebelumnya pada hari itu, harga minyak sempat berubah positif setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan dia akan melanjutkan pembicaraan tentang kemungkinan paket stimulus Covid-19 senilai US$ 1,8 triliun dengan Menteri Keuangan Steven Mnuchin.Sementara itu Delta Badai, memberikan pukulan terbesar bagi produksi minyak dan gas lepas pantai Teluk Meksiko AS dalam 15 tahun terakhir. Badai yang datang pada akhir pekan ini membuat sebagian besar perusahaan migas di kawasan tersebut menghentikan produksinya dan hampir dua pertiga dari produksi gas alam juga terhenti.

Ke depan, JP Morgan mengatakan bahwa prospek permintaan minyak global yang memburuk karena potensi kenaikan kasus virus corona musim dingin ini kemungkinan akan mendorong Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk membalikkan rencana pelonggaran pemotongan minyak pada tahun 2021, dengan Arab Saudi menawarkan pemotongan lebih dalam di bawah kuota saat ini. (*)Sumber: Kontan

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini