Milisi Tigrayan Klaim Kemenangan Sikat Tentara Ethiopia

×

Milisi Tigrayan Klaim Kemenangan Sikat Tentara Ethiopia

Bagikan berita
Tenda milik pengungsi Ethiopia yang melarikan diri dari pertempuran yang sedang berlangsung di wilayah Tigray, terlihat di kamp Um-Rakoba, di perbatasan Sudan-Ethiopia, di negara bagian Al-Qadarif, Sudan, 23 November 2020. (Foto: Reuters)
Tenda milik pengungsi Ethiopia yang melarikan diri dari pertempuran yang sedang berlangsung di wilayah Tigray, terlihat di kamp Um-Rakoba, di perbatasan Sudan-Ethiopia, di negara bagian Al-Qadarif, Sudan, 23 November 2020. (Foto: Reuters)

HALONUSA.COM - Ratusan orang telah tewas dalam pertempuran Pasukan Tigrayan dengan divisi tentara Ethiopia.

Pemerintah Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed mengatakan bahwa banyak milisi Tigrayan dan pasukan khusus menyerah, sejalan dengan ultimatum sebelum ancaman serangan terhadap ibu kota regional Mekelle.

Sementara pasukan Tigrayan mengkalim telah berhasil menghancurkan divisi tentara Ethiopia dalam pertempuran untuk menguasai wilayah utara.

Perang yang berlangsung selama tiga minggu itu menewaskan ratusan orang dan menyebarkan kekhawatiran global.

Baca juga: Netanyahu Bakal ke Arab Saudi, Benarkah Spekulasi Normalisasi Diplomasi?

"Dalam periode 72 jam pemerintah, sejumlah besar milisi Tigray dan pasukan khusus menyerah. Banyak yang telah menyerah melalui wilayah Afar, dan pasukan yang tersisa menyerah dengan damai,” kata satuan tugas pemerintah dinukil dari Reuters, Selasa (24/11/2020).

Terkait hal ini pun belum ada tanggapan resmi dari Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Walau sebelumnya dikabarkan telah menghancurkan divisi tentara yang penting.

Bahkan Reuters tidak dapat memverifikasi pernyataan dari kedua sisi karena koneksi telepon dan internet ke Tigray terputus dan akses ke daerah tersebut dibatasi.

Pada 4 November 2020, pasukan Perdana Menteri Abiy Ahmed melancarkan serangan terhadap pemerintah lokal Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF). Informasi dirangkum Halonusa, mereka mendekati Mekelle dalam upaya terakhir untuk memenangkan konflik.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini