Sederet Peristiwa Lantaran Diduga Alami Kesehatan Mental

×

Sederet Peristiwa Lantaran Diduga Alami Kesehatan Mental

Bagikan berita
Ilustrasi, ustaz. Foto | deviantart.com|teks foto:
Presiden Iran terpilih Ebrahim Raisi melambaikan tangan kepada para pendukungnya usai konferensi pers di Tehran, Iran, Senin, 21 Juni 2021. (AP/ VAHID SALEMI)|
Ilustrasi, ustaz. Foto | deviantart.com|teks foto: Presiden Iran terpilih Ebrahim Raisi melambaikan tangan kepada para pendukungnya usai konferensi pers di Tehran, Iran, Senin, 21 Juni 2021. (AP/ VAHID SALEMI)|

Mulai dari teror hingga ancaman penyerangan terhadap ustaz, lantaran diduga alami kesehatan mental, terjadi di Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Bahkan Wakil Ketua Umum (Waketum) MUI, KH Anwar Abbas, dirinya telah bosan mendengar penyerang ulama disebut sebagai orang yang mengalami gangguan jiwa.

Aksi penyerangan ustaz terjadi lagi. Kali ini menimpa Ustaz Abu Syahid Chaniago kala ceramah di salah satu masjid di Batam, Kepulauan Riau, Senin (20/9/2021). Pelaku penyerangan ustaz disebut merupakan orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) atau alami gangguan kesehatan mental.

[caption id="attachment_12670" align="alignnone" width="563"]Ilustrasi, ustaz. Foto | deviantart.com Ilustrasi, ustaz. Foto | deviantart.com[/caption]

* Bakar Kitab Suci

Lagi-lagi peristiwa pembakaran kitab succi Alquran kembali terjadi, kasus itu terjadi di Masjid Baiturahman di Kampung Pabuaran Sukaratu, Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang pada Rabu (10/3/2021) pagi pukul 06.30.

Dari peristiwa  itu, Kapolres Serang AKBP Mariyono saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.  Ia menduga pelaku tersebut mengalami gangguan kesehatan mental. Selain itu, identitas pelaku diketahui bernama Yahya, warga Kampung Gagaden Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Kabuapten Serang.

Dampak dari pandemi covid-19, masyarakat bukan saja terdampak secara ekonomi tapi juga mengalami stres dan tekanan mental akibat PHK dan pembatasan sosial. Dampak ekonomi itu berimbas pada kesehatan jiwa masyarakat. Namun, bagaimana dengan kasus-kasus yang kemudian seakan diarahkan kepada yang mengalami gangguan kesehatan mental? siapa yang bertanggung jawab? (*)

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini