Sederet Peristiwa Lantaran Diduga Alami Kesehatan Mental

×

Sederet Peristiwa Lantaran Diduga Alami Kesehatan Mental

Bagikan berita
Ilustrasi, ustaz. Foto | deviantart.com|teks foto:
Presiden Iran terpilih Ebrahim Raisi melambaikan tangan kepada para pendukungnya usai konferensi pers di Tehran, Iran, Senin, 21 Juni 2021. (AP/ VAHID SALEMI)|
Ilustrasi, ustaz. Foto | deviantart.com|teks foto: Presiden Iran terpilih Ebrahim Raisi melambaikan tangan kepada para pendukungnya usai konferensi pers di Tehran, Iran, Senin, 21 Juni 2021. (AP/ VAHID SALEMI)|

HALONUS.COM - Minggu, 10 Oktober 2021 merupakan Hari Kesehatan Mental Dunia 2021, sebagian dari kita mengambil peran untuk membantu insan-insan yang mengalami Kesehatan Mental. Namun dari sisi lain, kesehatan mental terkadang-kadang menjadi pembicaraan dari segi kasus.

Berikut rangkuman Halonusa.com terkait sederet kasus yang diduga lantaran alami Kesehatan Mental:

* Tudingan Terhadap Presiden Iran, Ebrahim Raisi

Belum lama tersiar kabar jika Presiden Iran, Ebrahim Raisi yang baru dituding mengalami kesehatan mental. Bahkan isu itu sempat menjadi perbincangan dunia, sebagaimana dilansir dari Walla News, Selasa (10/8/2021) yang juga menukil dari The Times of Israel, digambarkan kalau Presiden Raisi sebagai seseorang dengan gangguan mental, laporan ini terbongkar setelah Direktur Badan Intelijen Pusat AS (AS) William Burns bertemu dengan Kepala Badan Intelijen Israel (Mossad), David Barnea membahas regional Timur Tengah termasuk program nuklir Iran.

[caption id="attachment_12664" align="alignnone" width="750"]teks foto: Presiden Iran terpilih Ebrahim Raisi melambaikan tangan kepada para pendukungnya usai konferensi pers di Tehran, Iran, Senin, 21 Juni 2021. (AP/ VAHID SALEMI) Presiden Iran terpilih Ebrahim Raisi melambaikan tangan kepada para pendukungnya usai konferensi pers di Tehran, Iran, Senin, 21 Juni 2021. (AP/ VAHID SALEMI)[/caption]

* Penyerangan Terhadap Paspampres di Istana Negara Indonesia

Peristiwa penyerangan terhadap Paspampres di Istana Negara, ketika seorang diketahui berinisial BT, 39, nekad menjebol barikade penjagaan Istana Negara. Polisi di Jakarta Pusat kemudian menangani kasus itu, dari data kepolisian, BT mengaku anggota ISIS serta memiliki masalah kejiwaan.

Wakil Kepala Kepolisian Resor Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Asep Guntur Rahayu mengatakan, "Ada di Polsek Gambir, sudah diamankan. Informasi terakhir itu ia punya rekam jejak kejiwaan," kata Asep, menukil dari Kompas.com, Selasa (14/11/2017). Sehari sebelumnya, BT berkehendak ingin bertemu Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo. Lantaran ingin bertemu Jokowi tidak sesuai prosedur, ia (BT) asal Karawaci, Tanggerang diamankan Sintel Paspampres.

[caption id="attachment_12668" align="alignnone" width="671"]Ilustrasi Paspampres Ilustrasi Paspampres[/caption]

* Penyerangan Ustaz

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini