Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Begal? Berikut Faktanya

×

Jalan Tol Trans Sumatera Rawan Begal? Berikut Faktanya

Bagikan berita
Presiden Jokowi Resmikan Ruas Tol Trans-Sumatera di Lampung
Presiden Jokowi Resmikan Ruas Tol Trans-Sumatera di Lampung

HALONUSA.COM - Presiden Joko Widodo meresmikan jalan tol trans-Sumatera ruas Terbanggi Besar - Pematang Panggang - Kayu Agung di gerbang tol KM 240, Kabupaten Mesuji, Jumat (15/11/2019).

Sementara jalan tol Trans Sumatera ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya khususnya pada koridor utama sepanjang 2.069 km dan koridor pendukung sepanjang 919 km, seakanp-akan mengandung cerita tidak sedap.

Padahal Jalan tol Trans Sumatera (JTTS) merupakan jalan bebas hambatan pertama yang dibangun pemerintah di pulau Sumatera.

Ini faktor dianggap rawan:

1. Sepi

Jalur bebas hambatan pertama di Sumatera ini kabarnya masih sepi. Alhasil mengundang aksi kejahatan dan tindak kriminal seperti begal dan pelanggaran tata tertib.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mengungkapkan pihaknya pernah melakukan pemantauan lapangan mengenai kondisi tol Trans Sumatera.

Djoko bilang, ada beberapa zona yang relatif lebih rawan dari kejahatan. Artinya, tidak semua ruas tol Trans Sumatera rawan aksi kejahatan karena masih sepi pengendara.

"Jadi itu ruas yang selatan saja, yang utara tidak. Di selatan ada dua wilayah yang rawan sekitar Mesuji dan Kayu Agung di daerah rawa-rawa, zona merah lah," kata Djoko kepada CNBC yang dinukil, Jumat (27/11/2020).

Baca juga: Petani dan Polisi Bentrok di India,Tolak Reformasi UU Pertanian

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini