Sebelum Filmnya Tayang, Ini Link Baca Novel Hati Suhita karya Khilma Anis Format PDF

×

Sebelum Filmnya Tayang, Ini Link Baca Novel Hati Suhita karya Khilma Anis Format PDF

Bagikan berita
Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis. (Foto: Goodreads)
Novel Hati Suhita Karya Khilma Anis. (Foto: Goodreads)

HALONUSA.COM - Sebelum kamu menyaksikan film Hati Suhita dibioskop kesayanganmu, alangkah baiknya kamu baca dulu novelnya terlebih dahulu.

Untuk link baca novel Hati Suhita karya Khilma Anis format PDF sudah Halonusa.com sediakan dalam artikel ini.

Untuk diketahui, film Hati Suhita ada film yang diadopsi dari novel yang ditulis oleh Khilma Anis.

Novel Hati Suhita adalah sebuah novel yang bertujuan untuk pembaca agar tidak hanya mendapatkan gambaran kritis tentang kepribadian seorang perempuan, namun juga pengetahuan tentang kedudukan perempuan dalam struktur masyarakat yang seakan ditentang keras.

Stereotip perempuan yang direpresentasikan di masyarakat sebagai makhluk lemah, tidak memiliki kecerdasan, dan cenderung pasif.

Dalam novel tersebut, perempuan tidak hanya dihadirkan sebagai sosok yang cerdas, tetapi juga sebagai sosok yang berkepribadian kuat dan memiliki keberanian untuk mengaktualisasikan diri di masyarakat.

Namun hal tersebut, bukan berarti dalam novel Hati Suhita tidak terdapat problematika gender. Akan tetapi problematika gender yang terjadi dalam novel Hati Suhita diseimbangkan dengan adanya sikap teguh seorang perempuan yang tersirat dalam novel tersebut.

Sinopsis Novel Hati Suhita

Novel Hati Suhita adalah  novel yang menceritakan tentang perjalanan rumah tangga yang lika-liku untuk menguji kesabaran tokoh utama bernama Alina Suhita mulai dari dijodohkan sejak kecil, hingga akhirnya dinikahkan dengan Al Birruni dan kehidupan yang dijalani mereka berdua sangat hambar dan pilu.

Dengan bahasa yang ringan dan latar belakan spiritual yang kuat, serta keterkaitannya dengan cerita-cerita wayang menjadi penambah daya tarik pembaca.

Aku harus tetap berpura-pura harmonis walau perang di dalam batinku berkecambuk setiap detiknya. Aku harus menanggung lukaku sendiri. Tabah mengobati dukaku sendiri karena ini adalah tirakatku.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini