Hari Kesehatan Mental Dunia, Ini Kelompok Paling Rentan Depresi

×

Hari Kesehatan Mental Dunia, Ini Kelompok Paling Rentan Depresi

Bagikan berita
Ilustrasi Kesehatan Mental | Pixabay
Ilustrasi Kesehatan Mental | Pixabay

Buku tersebut menyebutkan data yang menunjukkan bahwa di masa pandemi COVID-19 terdapat kenaikan kasus depresi dan ansietas. Diketahui lebih dari 60% orang mengalami gejala depresi, lebih dari 40% mengalami disertai ide bunuh diri. Diperkirakan sekitar 32,6%-45% penduduk yang terkena COVID-19 mengalami gangguan depresi, sedangkan 10,5%-26,8% penyintas COVID-19 mengalami gangguan depresi.

Selama pandemi lebih dari 60% orang mengalami gejala ansietas dan lebih dari 70% orang mengalami gangguan stres pasca trauma. Bahkan ketika berstatus positif COVID-19, sekitar 35,7%-47% orang mengalami gangguan ansietas, serta 12,2% mengalami gangguan stres pasca trauma. Sementara itu, bagi penyintas COVID-19 sekitar 12,3%-29,6% terkena gangguan ansietas, 25,1%-32,2% mengalami gangguan stres pasca trauma dan insomnia sebanyak 12,1%. Kemudian, seluruh penyintas COVID-19 diketahui mengalami gangguan tidur.

Bagi anak dan remaja sebagai salah satu kelompok yang rentan terdampak, dukungan orang tua sangat penting agar mereka dapat tumbuh sehat dan bahagia dalam situasi pandemi.

Psikolog anak, remaja, dan keluarga, sekaligus salah satu pendiri Ruang Tumbuh, Irma Gustiana Andriani menjelaskan, “Dukungan psikososial sangat dibutuhkan anak dalam situasi yang tidak biasa ini. Untuk menjaga kesehatan mental anak dalam kondisi sehat, orangtua harus mengkondisikan rumah sebagai tempat aman dan nyaman bagi anak adaptasi di masa pandemi.”

Menurut Irma, dukungan dapat diberikan melalui stimulasi, supervisi, pendampingan, juga pengawasan. Bila terdapat hambatan, katanya, orang tua sebaiknya segera melakukan intervensi, misalnya dengan konsultasi ke psikolog atau dokter anak.

Masalah kesehatan jiwa dan mental masyarakat yang cenderung meningkat di masa pandemi COVID-19, membutuhkan kesadaran dan perhatian bersama. Upaya memelihara kesehatan mental dinilai penting guna menjaga imunitas tubuh.

Secara umum, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat secara mandiri untuk membantu membangun kesehatan mental dalam hidup berdampingan dengan COVID-19. Misalnya, sikap menerima dan tidak menyangkal fakta yang ada, serta usaha beradaptasi terhadap perubahan.

“Seperti diketahui bersama, kita memasuki tatanan hidup baru bersama COVID-19, karena virus ini tidak akan hilang dalam waktu singkat. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan mental dan juga jasmani, agar kita tetap sehat dan dapat melakukan banyak aktivitas positif meski dalam situasi sekarang ini,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate.

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini