Siaga Gunung Marapi: Badan Geologi Himbau Warga Jauhi Aliran Sungai

×

Siaga Gunung Marapi: Badan Geologi Himbau Warga Jauhi Aliran Sungai

Bagikan berita
Petugas gabungan saat membersihkan material sisa banjir lahar dingin Gunung Marapi. (Foto: TribunPadang)
Petugas gabungan saat membersihkan material sisa banjir lahar dingin Gunung Marapi. (Foto: TribunPadang)

HALONUSA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menghimbau kepada warga di sekitar area terdampak banjir lahar dingin Gunung Marapi, terutama yang berdekatan dengan aliran sungai.

Muhammad Wafid, Kepala Badan Geologi, menekankan pentingnya agar masyarakat menjauhi daerah sekitar sungai yang berawal dari Gunung Marapi, yang secara administratif berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

“Imbauan kepada masyarakat agar menjauhi aliran atau bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi yang secara administratif berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat," himbauannya melalui siaran pers pada Sabtu pagi dengan nomor 09./KM.05/BGL/2024.

Badan Geologi menjelaskan bahwa rangkaian erupsi Gunung Marapi (2.891 mdpl) yang terjadi sejak 3 Desember 2023 telah menghasilkan material letusan seperti abu, lapili, dan batu vulkanik di sekitar puncak dan lereng gunung.

Selama hujan, air yang mengalir ke sungai akan mencampur dengan endapan material vulkanik, membentuk lahar yang mengalir ke daerah dengan elevasi lebih rendah, terutama mengikuti aliran sungai yang bermuara langsung di puncak gunung.

“Pada saat turun hujan, air mengisi aliran sungai dan bercampur dengan endapan. Material vulkanik tersebut menghasilkan lahar yang akan mengalir ke daerah dengan elevasi yang lebih rendah terutama mengikuti aliran sungai-sungai yang berhulu langsung di puncak gunung,” kata Wafid.

Berdasarkan rekaman seismograf di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Bukittinggi, sebelum terjadi banjir lahar dingin, terdapat getaran atau tremor yang disebabkan oleh hujan lebat di sekitar puncak gunung.

Dampak utama dari banjir lahar tersebut adalah terputusnya jalan penghubung antara dua kota utama di Sumatera Barat, yaitu Kota Padang dan Kota Bukittinggi, bersama dengan beberapa daerah yang dilewatinya.

“Ini yang kemudian mengakibatkan terjadinya banjir lahar di antaranya pada lokasi Bukik Batabuah dan Sungai Pua Kabupaten Agam serta beberapa sungai di Kecamatan Batipuah Kabupaten Tanah Datar,” katanya.

Meskipun hujan telah reda, tingkat aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level III (Siaga), dengan rekomendasi kepada masyarakat untuk tidak memasuki atau melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek).

Editor : Heru C
Bagikan

Berita Terkait
Terkini