Frekuensi Erupsi Gunung Marapi Meningkat, Ratusan Warga di Kabupaten Agam Mengungsi

×

Frekuensi Erupsi Gunung Marapi Meningkat, Ratusan Warga di Kabupaten Agam Mengungsi

Bagikan berita
Erupsi Gunung Marapi. (Foto: istimewa)
Erupsi Gunung Marapi. (Foto: istimewa)

HALONUSA.COM - Frekuensi erupsi Gunung Marapi meningkat, ratusan warga di Kabupaten Agam mengungsi.

Sejak diumumkannya kenaikan status Gunung Marapi oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari waspada atau level 2 menjadi siaga atau level 3 pada 9 Januari lalu membuat zona bahaya dari radius 3 5 naik menjadi radius 4,5 Km.

Setelah gunung Marapi dinaikkan statusnya menjadi siaga, tim gabungan penanggulangan bencana erupsi gunung Marapi mulai mendata dan mengevakuasi warga.

Tentara, polisi, BPBD dan tim gabungan lainnya berupaya mengevakuasi warga yang berada di zona bahaya ke tempat yang lebih aman.

Seorang penyandang disabilitas terpaksa harus digendong oleh personil Kodim 0304 Agam.

Kalaksa BPBD Agam, Bambang Warsito mengatakan, tidak melarang masyarakat memnatau ternaknya tetapi keselamatan harus tetap dijaga.

"Tapi yang terkait dengan ternak kita masih mendapatkan data, di sana kan ada ternak sapi, ayam dan sebagainya. Ini yang salah satu menjadi alasan agak sedikit memberatkan tapi kita sampaikan paling tidak yang bermalam yang namanya manusia atau nyawa itu jaga," katanya, Kamis, 18 Januari 2024.

Sementara itu, Koordinator Posko Dua marapi, Gusmarta Hadi mengatakan, masyarakat yang terdampak di radius 4,5 Km sudah didata.

"Mereka terdiri dari tujuh rumah, sembilan KK dan 26 jiwa. Untuk arahan pengungsi kepengunsian sampai sekarang masyarakat masih menetap di rumah masing-masing, menunggu perintah selanjutnya," katanya.

Kendati demikian, masih ada warga yang memilih bertahan di rumah pada siang hari dan menginap di rumah saudaranya yang berada jauh dari radius 4,5 Km pada malam hari.

Editor : Tisya
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini