Polisi Menangkap Juan Orlando Hernandez, Presiden Honduras Itu Terlibat Perdagangan Narkoba dan Senjata Api

×

Polisi Menangkap Juan Orlando Hernandez, Presiden Honduras Itu Terlibat Perdagangan Narkoba dan Senjata Api

Bagikan berita
Mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez berdiri setelah ditahan oleh anggota Kepolisian Nasional Honduras di Tegucigalpa, Honduras, 15 Februari 2022. (Foto: Reuters)
Mantan Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez berdiri setelah ditahan oleh anggota Kepolisian Nasional Honduras di Tegucigalpa, Honduras, 15 Februari 2022. (Foto: Reuters)

HALONUSA.COM - Baru saja lengser dari jabatan sebagai Presiden Honduras. Kemarin, polisi menangkap Juan Orlando Hernandez di Palmas de San Ignacio. Polisi mengepung rumah Hernandez lalu mengiringnya dengan tangan dan kaki terborgol.

Selain itu terlihat ia juga memakai rompi anti peluru saat keluar dari rumahnya dengan pengawalan ketat kepolisian setempat.

Penangkapan Juan Orlando Hernandez, Presiden Periode 2014 – 2022 atas permintaan ekstradisi dari pemerintah Amerika Serikat (AS). Atas keterlibatan peredaran narkoba, selain itu Juan Orlando Hernandez juga terlibat kasus korupsi.

Bahkan Antony Blinken, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat menyampaikan, Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez banyak terlibat kasus yang signifikan, seperti perdagangan narkoba juga korupsi.

"Terdapat beberapa catatan Hernandez melakukan atau memfasilitasia tindakan korupsi maupun perdagangan narkoba. Hasilnya ia pergunakan untuk mendanai aktivitas politiknya," ungkap Antony Blinken, mengutip The Associated Press (AP).

Masa depan Juan Orlando Hernandez saat ini berada pada tangan Mahkamah Agung Honduraz. Selasa kemarin, pengadilan menunjuk hakim atas kasus ini adalah Edwin Francisco Ortez untuk meninjau berkas ekstradisi permintaan Amerika Serikat.

"Ortez memerintahkan penangkapan Hernandez atas tuduhan perdagangan narkoba, korupsi serta terlibat sindikat konspirasi senjata api untuk kepentingan perdagangan obat-obat terlarang," ujar Menteri Keamanan Honduras, Ramon Sabillon, atas wawancara kutipan The Associated Press (AP). (*)

Penerjemah: Kariadil Harefa BACA JUGA: Terduga Pembunuh Berantai Tertangkap Polisi Amerika Serikat

Editor : Redaksi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini