BNPB Berikan DSP Rp3.2 Miliar untuk Pemerintah Daerah yang Terdampak Banjir Bandang di Sumbar

×

BNPB Berikan DSP Rp3.2 Miliar untuk Pemerintah Daerah yang Terdampak Banjir Bandang di Sumbar

Bagikan berita
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana, di ruang VIP Badan Minangkabau. [Foto: Dok. Biro Adpim Sumbar]
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dan Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana, di ruang VIP Badan Minangkabau. [Foto: Dok. Biro Adpim Sumbar]

HALONUSA - Pemerintah, melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terus berupaya melakukan pencarian dan pertolongan bagi korban yang terdampak banjir lahar dingin dan longsor di enam kabupaten dan kota di Sumatra Barat.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Banjir Lahar Dingin dan Longsor pada Senin (13/5), menjelaskan langkah-langkah darurat yang diambil meliputi pemulihan akses jalan darat menggunakan alat berat, pembersihan material longsor, evakuasi korban, serta koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Berdasarkan laporan yang diterima, Suharyanto menginformasikan bahwa jumlah korban jiwa akibat bencana tersebut mencapai 50 orang, dengan 27 orang dilaporkan hilang, 37 orang luka-luka, dan 3.396 jiwa mengungsi.

Rincian korban meninggal dunia mencakup 2 orang di Kota Padangpanjang, 20 orang di Kabupaten Agam, 19 orang di Kabupaten Tanahdatar, 1 orang di Kota Padang, dan 8 orang di Kabupaten Padangpariaman.

“Datanya akan berkembang terus. Untuk membantu mencari (korban) yang masih hilang alat berat itu masuk harus secepat mungkin karena kan Basarnas punya golden time di 6×24 jam, kita akan tetap upayakan mencari sampai ketemu apabila ada pihak keluarga atau ahli waris yang minta tetap dicarikan ya kita harus cari,” ujar Letjen TNI Suharyanto.

Selain upaya pencarian dan pertolongan korban, pemerintah juga memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak berjalan dengan baik.

"Kami berkomitmen memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak benar-benar terpenuhi, baik yang terluka maupun yang mengungsi," katanya.

"Kami telah memberikan bantuan awal berupa dana dan barang kebutuhan sehari-hari, dan ini akan terus dievaluasi," tambah Suharyanto.

Hingga Senin sore, pengiriman bantuan logistik dan evakuasi warga terus berlangsung. Meski masih ada beberapa tempat dan jalur yang tertutup dan terisolasi.

Suharyanto mengatakan bahwa bantuan dikirim melalui jalur udara maupun darat dengan menggunakan jembatan darurat.

Editor : Heru C
Bagikan

Berita Terkait
Terkini