Harga Beras Merangkak Naik di Pasar Raya Padang, Ternyata Ini Penyebabnya

×

Harga Beras Merangkak Naik di Pasar Raya Padang, Ternyata Ini Penyebabnya

Bagikan berita
Ilustrasi beras. (Foto: pixabay)
Ilustrasi beras. (Foto: pixabay)

HALONUSA.COM - Harga beras di Pasar Raya Padang terus merangkak naik. Seperti harga beras sokan dijual Rp14.000 per kg, beras Solok Rp15.000 per kg. Rata-rata kenaikan berkisar Rp1.000 hingga Rp2.000.

Pedagang beras di Pasar Raya Padang, Apri mengungkapkan, kenaikan sudah mulai terjadi sejak 3 bulan terakhir. Lonjakan harga ini akibat menipisnya pasokan yang diduga karena banyak petani yang gagal panen akibat cuaca buruk yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir.

"Kalau penjualan yang alhamdulillah stabil biasa cuman kendalanya naik. Naiknya tuh tidak seperti biasa itu langsung banyak naiknya. Jadi para pelanggan terkejut, kita pun harus lebih menjelaskan lagi ke mereka dengan harga-harga yang tidak biasanya," katanya.

Apri menyebutkan, kalau beras IR, sokan masih dijual dengan harga sebelumnya berkisar Rp24.000 per gantang. Kalau per kg Rp140.000. Sedangkan beras Solok Rp150.000 oer kg dan anak daro Rp165.000 per kg.

Baca juga:

Hal berbeda diungkapkan pedagang beras lainnya, Arief. Menurutnya, untuk penjualan meningkat karena banyaknya permintaan tetapi untuk persediaan barang mengalami kesulitan.

"Stok berkurang dari petani akibat cuaca, belum terjadinya masa panen, dan hama," katanya.

Arief menyebutkan, untuk kenaikan beras rata-rata Rp1.500 per kg. Misalnya beras IR 42 dari harga Rp135.000 per kg menjadi Rp150.000 per kg, beras sokan dari Rp160.000 per kg menjadi Rp170.000 per kg.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Mawardi mengaku, kenaikan harga beras cukup memberatkan karena merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa digantikan menyikapi kenaikan diantaranya mengaku mengurangi jumlah pembelian

"Sebagai pembeli ya masyarakat ini kebutuhan primer ya cukup kaget gitu karena situasi sedang kritis uang payah, putaran payah zaman sekarang, kok bareng naik. Walaupun mahal terpaksa dibeli," katanya.

Mawardi berharap, ada penurunan harga karena keadaan sekarang sedang berat. (*)

Editor : Tisya
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini